Profil Kesehatan

Kabupaten Agam

Unit Layanan

Indikator

Selasa, 02 September 2014 / 7 Zulqaidah 1435 H
Profil > Tugas & Fungsi
Tugas Pokok dan Fungsi serta Kewenangan
A. KEDUDUKAN
        Dinas Kesehatan Kabupaten Agam adalah unsur Pelaksana Pemerintah Daerah Kabupaten Agam  yang dipimpin oleh Seorang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dan bertanggung jawab kepada Bupati Agam melalui Sekretaris Daerah.

 

B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
        1. Tugas  Pokok  
              Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi bidang pembangunan kesehatan.
          2. Fungsi
                Dalam menyelenggarakan tugas pkok tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai fungsi sebagai berikut:
                a. Perumusan kebijakan tekhnis bidang kesehatan di Puskesmas, RS dan Unit Pelayanan Tekhnis (UPTD) Dinas Kesehatan lainnya di Kabupaten Agam;
                b. Pemberian perizinan kesehatan dan pelaksanaan pelayanan umum;
                c. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Tekhnis (UPTD) Dinas di bidang kesehatan di Kabupaten Agam;
                d. Pengelolaan urusan kesekretariatan Dinas Kesehatan.


C.


KEWENANGAN

        Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi  diatas, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai kewenangan wajib dalam bidang pembangunan kesehatan berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, sebagai berikut:
        1. Penyelenggaraan standard pelayanan minimal;
        2. Pemberian izin terhadap penyelenggaraan pelayanan dan sarana kesehatan;
        3. Pencegahan dan pengendalian penyakit;
        4. Pencegahan dan penanggulangan penyealahgunaan obat dan NAPZA;
        5. Pengadaan dan pengelolaan obat esensial dan sangat esensial;
        6. Penetepan rekruitmen tenaga kesehatan haji Indonesia dan tenaga kesehatan lainnya;
        7. Penyelenggaraan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA);
        8. Penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan;
        9. Peneyelnggaraan sistem kewaspadaan  dan investigasi gizi;
        10. Penyelenggaraan pembiayaan pelayanan kesehatan;
        11. Penyelenggaraan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan;
        12. Penyelenggaraan pendidikan dan pendayagunaan tenaga kesehatan;
        13. Penyelenggaraan penggunaan, konservasi, pengembangan dan pengawasan obat;
        14. Penyelenggaraan penapisan, pengembangan dan penerapan tekhnologi kesehatan dan standard etika penelitian kesehatan;
        15. Penyelenggaraan penggunaan bahan tambahan (zat addiktif) tertentu untuk makanan dan penetapan pedoman pengawasan peredaram makanan;
        16. Penyelenggaraan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat;
        17. Penetapan kebijakan untuk mendukung pembangunan bidang kesehatan di daerah;
        18. Penyelenggaraan dan pengawasan standard pelayanan minimal dalam bidang kesehatan daerah yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten;
        19. Penyusunan rencana bidang kesehatan daerah;
        20. Perizinan bidang kesehatan oleh daerah;
        21. Penanggulangan wabah dan bencana yang berskala daerah Kabupaten;
        22. Penyelenggaraan sistem kesehatan daerah;
        23. Pengawasan tekhnis terhadap pelaksanaan seluruh bidang kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
        24. Penyelenggaraan dan pengawasan kerjasama kesehatan daerah;
        25. Penyelenggaraan perjanjian atau persetujuan internasional atas nama daerah;
        26. Penyelenggaraan pembinaan sumber daya kesehatan;
        27. penyuluhan kesehatan, advokasi, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat;
        28. Pembinaan masyarakat seperti  Posyandu, Nagari Siaga, UKS, UKK, Poskestren, Batra dan PHBS.