SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KESEHATAN KABUPATEN AGAM       MEDIA INFORMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN AGAM    

 
Profil Kesehatan

Kabupaten Agam

Unit Layanan

Indikator

Kamis, 02 Februari 2023 / 11 Rajab 1444 H
Informasi Kesehatan

Ada apa dengan telapak tangan berkeringat?

Jumat, 20/06/2014 15:23 WIB

tangan berkeringat berlebih

Telapak tangan yang mengeluarkan keringat berlebih seringkali menyebabkan orang merasa gelisah. Betapa tidak, banyak artikel dan anggapan umum dari banyak orang yang mengaitkan telapak tangan (yang sering) basah oleh keringat dengan penyakit-penyakit berbahaya seperti jantung atau ginjal. Selain kekhawatiran terkait penyakit tertentu, telapak tangan dengan keringat berlebih juga cukup mengganggu seseorang.

Jika anda memiliki pengalaman dengan telapak tangan berkeringat yang terlihat tidak normal dibandingkan dengan orang lain, tidak ada salahnya anda waspada. Ada baiknya anda memeriksakan diri untuk mengetahui penyebabnya. Mencari tahu tentang penyebab telapak tangan berkeringat adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan penanganan tertentu. Selain memeriksakan diri ke dokter, anda pun dapat mengamati peristiwa tersebut: terjadi terus menerus atau sekali-kali. Jika telapak tangan anda berkeringat hanya di saat-saat tertentu; misalnya saat anda stres, kemungkinan besar keadaan tersebut adalah respon normal dari tubuh anda.


Hal-hal yang meningkatkan risiko penyakit leukemia

Kamis, 05/06/2014 15:39 WIB

leukimia

Leukemia adalah salah satu penyakit kanker yang menyerang jaringan darah, termasuk sumsum tulang belakang dan sistem limfa. Ada banyak jenis leukemia yang umumnya menyerang anak-anak, meski orang dewasa juga berisiko terkena penyakit ini. Leukemia biasanya berawal dari sel darah putih. Tugas sel darah putih yang seharusnya memerangi infeksi mengalami pertumbuhan yang tidak bisa dikontrol, sehingga sel tersebut justru berbalik menyerang tubuh.


Vaksin Pentavalen cegah lima penyakit pada Balita

Senin, 02/06/2014 08:36 WIB

vaksin

Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi yang berumur di bawah lima tahun (balita) adalah dengan memberikan imunisasi. Tujuan imunisasi adalah untuk membentuk kekebalan terhadap virus dan penyakit yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak, sehingga mereka memiliki pertahanan terhadap penyakit tersebut. Imunisasi merupakan bagian dari pemantauan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang optimal. WHO mengungkapkan, imunisasi mencegah 2-3 juta kematian tiap tahunnya. Imunisasi bukan hanya melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, namun juga bisa menurunkan angka kejadian (prevalensi) penyakit. Bahkan mengubah epidemi penyakit dan menghilangkan penyakit. Sementara saat ini telah diluncurkan program imunisasi dasar terbaru yaitu imunisasi dengan vaksin pentavalen. Seperti apa vaksin terbaru ini?


Waspadai Penyebaran Virus Corona

Senin, 12/05/2014 08:18 WIB

gamabaran mikroskopis Virus Corona

Coronavirus adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, mamalia, dan burung. Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer (envelope), glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid. Glikoprotein koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi. Koronavirus diklasifikasikan menjadi tiga golongan utama, golongan 1 dan 2 menginfeksi mamalia, mulai dari kelelawar hingga manusia, sedangkan golongan 3 hanya ditemukan pada spesies avian (burung). Infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala penyakit yang bervariasi, mulai dari hampir tidak timbul gejala apapun hingga gejala yang fatal dan cepat. Infeksi koronavirus dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti bronkitis, ensefalitis, gastroenteritis, dan hepatitis.


PERTOLONGAN PERTAMA SAAT MENEMUKAN ORANG PINGSAN

Rabu, 30/04/2014 15:55 WIB

pertolongan pertama orang pingsan

Pingsan adalah keadaan tidak sadarkan diri yang disebabkan karena berkurangnya suplai darah ke otak. Pemulihan dari pingsan ini dapat dilakukan setelah beberapa menit. Sebelum pingsan, umumnya korban mengalami gejala kulit pucat, dingin dan berkeringat, mata berkunang-kunang serta pusing.